Beranda Alumni Darunnajah Ikut Forum Nasional Penguatan CDC Kemendiktisaintek

Darunnajah Ikut Forum Nasional Penguatan CDC Kemendiktisaintek

0
Darunnajah Ikut Forum Nasional Penguatan CDC Kemendiktisaintek
universitas darunnajah

Jakarta — Biro Alumni dan Pusat Karir Universitas Darunnajah turut hadir sebagai peserta dalam Forum Diskusi dan Sosialisasi Penguatan Career Development Center (CDC) di Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) pada Selasa, 8 April 2026 di Jakarta.

Forum ini mengangkat tema besar: Peluang dan Tantangan Tenaga Kerja Terampil Indonesia untuk Bekerja di Luar Negeri melalui Penguatan CDC di Perguruan Tinggi. Kegiatan menghadirkan narasumber dari kalangan birokrasi, akademisi, dan praktisi, di antaranya Bpk. Budiyono, Ibu Anggun Siswanti, Bpk. Tulus Winarsunu, Bpk. Abri Pradana, Dr. Beni Bannajaya, dan Ibu Anggun Puspita.
Penyelenggara
Kemendiktisaintek & KP2MI/BP2MI

Lowongan kerja luar negeri
338.303 posisi (data SIP2MI, Maret 2026)

Pekerja migran Indonesia
±5 juta orang tercatat secara global

Bekerja di luar negeri adalah pilihan yang terhormat
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Prof. Fauzan, membuka forum dengan mendorong perubahan paradigma masyarakat Indonesia terhadap karier di luar negeri. Menurutnya, bekerja di luar negeri harus dipandang setara martabatnya dengan bekerja di dalam negeri, dan perguruan tinggi harus menjadi pusat layanan karier keluarga yang memastikan setiap lulusan mendapat pekerjaan yang layak.”Di era globalisasi, kita tidak boleh hanya jadi penonton. Bekerja di luar negeri itu terhormat, sama seperti bekerja di dalam negeri. Sudah saatnya kita bicara jujur bahwa pekerjaan berbasis teknologi tinggi di Indonesia banyak diisi oleh tenaga dari luar negeri. Kita harus mengubah itu.” — Prof. Fauzan

Strategi menyiapkan lulusan untuk pasar kerja global
Bpk. Abri Pradana menekankan bahwa berkarier ke luar negeri bukan sekadar pelarian dari kondisi ekonomi, melainkan sebuah jalur karier yang dapat dipersiapkan secara terencana oleh lembaga pendidikan. Ia menyoroti empat fokus utama yang harus dijalankan perguruan tinggi: persiapan kompetensi lulusan, peningkatan kualitas tenaga kerja, koordinasi dengan Kemendiktisaintek, serta menjawab kesenjangan antara kebutuhan industri global dan ketersediaan tenaga terampil Indonesia.

Dr. Beni Bannajaya menambahkan bahwa keberhasilan CDC di perguruan tinggi dapat diukur dari empat indikator: keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, persentase lulusan bekerja sesuai bidang, tingkat serapan lulusan di dunia kerja, serta keterlibatan aktif industri dalam proses pembelajaran.”Tugas lembaga pendidikan bukan hanya mendidik, tapi memastikan anak didiknya lulus hingga mendapat pekerjaan yang baik.” — Dr. Beni Bannajaya

Tantangan yang harus diatasi bersama
Forum juga memetakan sejumlah tantangan nyata yang dihadapi CDC perguruan tinggi, antara lain: minimnya sertifikasi kompetensi yang diakui secara internasional, kendala bahasa dan adaptasi budaya kerja global, serta lemahnya integrasi ekosistem antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Ketiga komponen ini dinilai masih berjalan sendiri-sendiri dan perlu disatukan melalui penguatan peran CDC.

Keikutsertaan Universitas Darunnajah dalam forum ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam terus memperkuat layanan Biro Alumni dan Pusat Karir, khususnya dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni menghadapi peluang karier yang semakin terbuka luas, baik di dalam maupun di luar negeri.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini