Dalam rangka memperkuat kapasitas pengelola pusat karir perguruan tinggi di Indonesia, sebuah sesi workshop sekaligus Focus Group Discussion (FGD) digelar sebagai bagian dari program Career Center Officer Program (CCOP). Sesi ini menghadirkan Shadry Utami, AVP of Regional People Partner di Amartha, sebagai narasumber utama yang membawakan topik bertajuk “Bridging the Talent Gap: Industry Expectations vs Reality.”
Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang Human Resourcesmencakup talent acquisition, talent management, hingga operasional HR Shadry memaparkan perspektif industri yang selama ini jarang didengar secara langsung oleh kalangan akademik dan pengelola layanan karir kampus.

Mengacu pada riset LinkedIn tahun 2025–2026, Shadry memaparkan bahwa lulusan baru kini diharapkan menguasai dua kelompok kompetensi besar sekaligus: keterampilan teknis (technical skills) dan keterampilan lunak (soft skills).
Technical Skills:
- Data Visualization & Storytelling
- AI Literacy & Awareness
- Data & Digital Fluency
Soft Skills:
- Adaptability & Resilience
- Communication & Negotiation
- Stakeholder & Conflict Management
- Creative Thinking & Problem Solving
- Critical Thinking
Paparan Shadry menjadi cermin bagi seluruh peserta bahwa peran pusat karir tidak berhenti pada penyelenggaraan bursa kerja atau pembekalan CV semata. Pusat karir perlu hadir lebih awal dalam perjalanan mahasiswa — membangun literasi industri, melatih komunikasi profesional, dan memperkuat ketangguhan mental sejak bangku kuliah.
Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pengelola pusat karir untuk merancang program yang lebih kontekstual, berbasis data kebutuhan industri, dan berdampak nyata bagi kesiapan kerja lulusan. Kolaborasi lintas kampus dan industri seperti ini menjadi salah satu kunci menjawab tantangan kesenjangan talenta di Indonesia.