Cipining, 19 April 2026 — Tawa hangat memenuhi Auditorium Kampus 1 Pesantren Darunnajah 2 Cipining ketika H. Ricky Kurniawan, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, membuka sambutannya dengan kenangan masa kecilnya di pondok: seorang santri yatim dari angkatan ke-17 yang tugasnya menjaga kolam ikan milik kiai. Dari kolam itu, perjalanan hidupnya mengantarkan ia ke gedung legislatif Jawa Barat sebuah bukti nyata bahwa pesantren adalah bekal terbaik untuk mengarungi kehidupan.
Ricky mengaku dirinya bukan orang yang dari awal bercita-cita menjadi politisi. Ia bahkan tergolong orang yang sangat antipati terhadap dunia politik. Titik balik terjadi saat ia mengikuti dauroh pengkaderan di Cianjur dan ditawari untuk maju sebagai calon anggota legislatif. Ia meminta pandangan banyak pihak, dan yang paling membekas adalah nasihat almarhum K.H. Mahrus Amin yang mendorongnya dengan kalimat penuh keyakinan: “Mungkin ini adalah jalanmu.”
“Santri kudu aya di mana-mana, tapi ulah ka mana-mana.”
Petuah berbahasa Sunda itu yang bermakna santri harus hadir di mana-mana namun tidak tersesat ke mana-mana menjadi kompas hidup H. Ricky dalam menjalani dunia politik. Baginya, politik bukan tujuan, melainkan wasilah (sarana) untuk mengubah kemungkaran dengan kekuasaan, sebagaimana pesan hadis Nabi Muhammad SAW tentang tingkatan iman yang paling tinggi.

Ricky menyoroti sebuah fenomena menarik di masyarakat: seorang dokter yang rajin shalat disebut “dokter yang santri”, seorang polisi yang taat beribadah disebut “polisi yang santri” padahal mereka tidak pernah mondok sama sekali. Hal ini justru membuatnya bersemangat. “Mengapa tidak sekalian santri yang menjadi polisi, santri yang menjadi tentara, santri yang menjadi pejabat?” serunya kepada ribuan hadirin.
Ia menegaskan bahwa santri adalah entitas kebaikan. Dengan landasan ilmu agama yang kuat, santri yang terjun ke berbagai bidang pemerintahan, hukum, kesehatan, dan pendidikan akan membawa nilai-nilai kebaikan ke mana pun ia berkhidmat. Inilah visi besar yang ia perjuangkan dari kursi legislatifnya.
Ricky dengan bangga menyebut sejumlah alumni Darunnajah yang kini menduduki posisi strategis: ada yang menjadi Wakil Wali Kota Medan, Wakil Wali Kota di Aceh, hingga Kepala Dinas Sosial di Kabupaten Bogor. Belum lagi kiprah alumni di Bandung dan berbagai daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Ia pun berbagi rekam jejak kontribusinya kepada Darunnajah selama di parlemen: mulai dari advokasi perbaikan jalan di depan pesantren, dukungan pembangunan studio multimedia, hingga bantuan untuk Darunnajah cabang lainnya. Ia menegaskan semua itu dilakukan tanpa meminta imbalan atau timbal balik apa pun. “Saya justru mengajak rekan-rekan untuk bersama-sama membangun fasilitas pesantren serta membantu anak-anak miskin dan yatim agar dapat bersekolah,” ujarnya.
Ricky menutup sambutannya dengan menitipkan harapan besar kepada seluruh organisasi alumni Darunnajah untuk terus memperluas jaringan. Ia menyebut para alumni dengan beragam profesi dan potensi mereka sebagai modal (capital) luar biasa yang dimiliki Darunnajah untuk masa depan. Seruan ini selaras dengan misi Biro Alumni dan Pusat Karir Universitas Darunnajah dalam membangun ekosistem alumni yang kuat, produktif, dan saling mendukung.
Sambutan H. Ricky Kurniawan menjadi salah satu momen paling menginspirasi dalam Halal Bihalal Nasional IKPDN 1447/2026 — membuktikan bahwa nilai-nilai pesantren bukan hanya bekal untuk akhirat, tetapi juga kompas yang kokoh untuk menghadapi realitas dunia, termasuk panggung politik sekalipun.